Responsive Advertisement

Selasa, 18 Mei 2021

Ulasan Buku: Metode Penelitian Al-Quran dan Tafsir



Judul : Metode Penelitian Al-Qur'an dan Tafsir
Penulis : Abdul Mustaqim
Penerbit : Idea Press Yogyakarta
Cetakan : I, 2015
Halaman : xiv + 184 hlm

Membuat sebuah karya ilmiah bukanlah hal yang mudah. Begitu pula mengenai karya ilmiah di bidang al-Quran dan Tafsir. Sependek pengamatan penulis (admin) hanya beberapa buku metode penelitian al-Quran dan Tafsir yang cukup jelas, kompatibel, dan praktis.

Tentang buku ini, testimoni dari Sahiron Syamsuddin, memiliki beberapa kelebihan. Pertama, buku ini ditulis dengan sistematis dan dengan bahasa yang lugas. Kedua, karya-karya yang dijadikan rujukan meruapkan karya-karya yang relevan dalam bidang penelitian al-Quran dan tafsir.

Penulis (admin) sendiri juga setuju mengenai hal itu. Buku berjudul "Metode Penelitian Al-Quran dan Tafsir" dan setebal 184 halaman ini setidaknya membuka kebingungan penulis saat menggarap penelitian al-Quran dan Tafsir.

Dalam sebuah penelitian ilmiah, diperlukan upaya untuk menyelesaikan problem akademik. Upaya-upaya tersebut tidak bisa dikerjakan asal-asalan. Karena sebuah penelitian ilmiah memiliki ciri-ciri khas yakni bersifat obyektif dan metodologis.

Bersifat obyektif artinya seseorang yang melakukan penelitian tidak dibenarkan didasarkan pada bias-bias subjektifias pribadi, ideologi, atau kepentingan tertentu. Selain itu, termasuk sifat obyektif adalah melakukan penelitian secara mendalam tidak melebar kemana-mana.

Sedangkan bersifat metodologis berarti penelitian itu disusun secara sistematis, logis, dan kiris-analitik. Bukan hanya sekedar mengumpulkan data-data atau dengan kata lain seperti copy-paste saja. Begitu pula, penelitian yang bersifat metodologis bukanlah kliping data belaka.

Begitu banyak mahasiswa atau pelajar (khususnya admin) yang melakukan riset atau penelitian ilmiah namun belum memahami metodologi riset sehingga hasilnya tak ubahnya kumpulan-kumpulan data saja.

Dalam buku ini juga dicontohkan kesalahan-kesalahan mahasiswa al-Quran dan Tafsir berserta judul penelitiannya yang dianggap tidak sesuai dengan metode penelitian al-Quran dan Tafsir. Pengibaratan dan permisalan tersebut memudahkan pembaca untuk memahami kesalahan yang diusahakan untuk tidak dilakukan para peneliti.

Secara umum, buku ini melakukan pemetaan tafsir al-Quran dan tafsir dengan teori aksentuatif menjadi enam ranah penelitian yaitu 1) Penelitian tematik 2) penelitian tokoh 3) penelitian kawasan 4) penelitian living quran 5) penelitian teks kuno atau filologi, dan 6) penelitian komparatif atau perbandingan.

Misalnya dalam penelitian tematik, Abdul Mustaqim membagi tematik menjadi 4 macam yakni tematik surat, tematik term, tematik konsep, dan tematik tokoh. Masing-masing contohnya secara urut adalah 1) penafsiran surat al-Maun, 2) penafsiran term fitnah, 3) difabel dalam al-Quran, dan 4) konsep poligami menurut Fakhurddin ar-Razi.

Buku ini merupakan buku yang penulis (admin) rekomendasikan bagi para mahasiswa jurusan al-Quran dan tafsir agar terbuka dan lebih memahami metodogi penelitian sekaligus menentukan judul atau arah penelitian yang dilakukannya.

Selain dijelaskan secara jelas dan padat, buku ini juga memberikan contoh proposal untuk masing-masing ranah penelitian sehingga memudahkan para pembaca untuk lebih mendalami dan mengaplikasikan teori-teori yang ada.

Berikut salah satu contoh judul atau penelitian yang salah misalnya judul "Konsep Orbit Bulan dalam Tafsir Thanthawi Jauhari". Sekilas penelitian dengan judul tersebut akan menggunakan metode tafsir tematik karena penyebutan tema "konsep orbit bulan".

Namun metode tematik bukanlah metode yang tepat dalam judul penelitian tersebut. Harusnya digunakan metode penelitian lain misalnya metode penelitian tokoh secara deskriptif analitis sehingga langkah-langkahnya kurang lebih sebagai berikut :
  1. Menetapkan tema orbit bulan
  2. Menginventarisasi ayat-ayat orbit bulan
  3. Mendeskripsikan penafsiran Thanthawi tentang ayat-ayat orbit bulan
  4. Menstrukturkan pemikiran Thanthawi
  5. Menganalisa pemikiran Thanthawi dengan teori modern
  6. Mengambil kesimpulan

Masih banyak contoh-contoh judul penelitian lain yang dipaparkan dalam buku ini beserta solusinya sehingga kita bisa dengan mudah memetakan dan memahami konsep atau metode penelitian al-Quran dan tafsir yang sesuai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


BlogMasthuura

Blog yang berisi katalog perpustakaan pribadi. e-Book yang ada adalah coretan pribadi.




Komentar